Laman

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juni 2012

Rehat untuk Berkarya

Saya yakin tiap dari kita memahami pentingnya 'berhenti sejenak'...


          Hanya tinggal hitungan minggu, saya dan beberapa 'rekan kerja'-se UGM akan beraktivitas lain dari biasanya. Ke-indah-an lingkungan kampus, ke-ramai-an aktivitas mahasiswa, dan ke-ramah-an civitas akademika UGM harus kami relakan selama 5 minggu lamanya. Menyebar ke beberapa daerah, yang sebagian besar dari kami tidak-biasa berada disana. Menuju ke lingkungan masyarakat yang berbeda dari yang biasanya dirasakan. Keluar dari ruang idealisme mahasiswa, menuju ke hamparan realitas masyarakat. Mengabdikan diri pada masyarakat sesuai dengan poin ketiga tri dharma perguruan tinggi... kami menyebutnya... Kuliah Kerja Nyata.


          Tidak sedikit dari kami yang merasa 'belum siap', atau ragu apakah sudah siap untuk mengabdikan ilmu yang telah lebih kurang 3 tahun kami pelajari dan kami alami untuk kemudian memberikan kemanfaatan bagi masyarakat yang kami datangi. Sudah menjadi manusia yang seperti apakah kami hingga layak untuk mengabdikan diri pada masyarakat?


          Sebagian kecil dari kami tetap optimis bahwa apa yang sudah kami rencanakan disana akan 'berbekas' pada masyarakat. Bahwa pengabdian kami pada masyarakat memang seperti apa yang masyarakat butuhkan. Bahwa kami yakin kami akan menjadi rangkaian batu bata dari bangunan perubahan luar biasa yang terjadi pada masyarakat.


          Namun dari keduanya, kami tetap yakin bahwa kami butuh waktu sejenak. Waktu untuk memantapkan diri. Waktu untuk mempersiapkan segala kebutuhan. Waktu untuk... istirahat sejenak.


          Kami merasa tidak akan mudah untuk melalui 5 minggu itu dengan sebuah pengabdian yang nyata, namun kami juga tidak berputus asa karena kami yakin kehadiran kami akan berkesan positif bagi masyarakat, sekecil apapun itu. Oleh karenanya kami butuh waktu untuk mempersiapkan itu semua, mulai dari niat dalam hati hingga sikap dalam diri.
Karena kami sangat mengingini... pembenahan diri dan hati... agar mampu mengabdikan diri... dengan totalitas tertinggi...

Jumat, 14 Januari 2011

Serpihan Serpihan Pasir

Hari ini entah ada perasaan apa tiba tiba ingin mengunjungi kampus tercinta, Fakultas Teknik UGM, atau lebih tepatnya ke sekretariat BEM KMFT UGM. Sesampainya disana... ya kegiatan keseharian kami tak jauh berbeda ternyata. Mulai dari sekedar membuka laptop untuk "nge-net", ada juga yang serius dengan tugasnya, ada lagi yang tidur - tiduran sambil baca komik, dan sisanya termasuk saya sendiri ikut bercampur baur dengan mereka, mengobrol biarpun hanya sedikit. Ya, saya sendiri termasuk lebih senang memperhatikan apa yang mereka lakukan dibanding ikut mengomentari seperti yang lainnya. Tiba tiba suasana sedikit terpecah karena ada seseorang yang datang, meminta izin untuk memasang publikasi. Langsung saja salah seorang dari kami menghampirinya dan memberi tahu kepada kami kalau ada "Kompetisi Menulis Blog & Foto" dengan tema "Motivasi dan Inspirasi dalam Kehidupan Sehari-Hari " yang diselenggarakan ECC UGM. Beberapa dari kami tertarik dengan informasi ini, sementara yang lain masih saja sibuk dengan urusannya sendiri. Seketika juga saya teringat dengan blog pribadi saya dan terfikir mungkin ada dari tulisan yang pernah saya buat yang bisa saya lombakan. Namun setelah membaca lebih detil lagi ternyata salah satu prasyarat dari kompetisi ini adalah, "...bukan tulisan yang sudah dipublikasikan sebelumnya...", Itu yang membuat saya sedikit kecewa, padahal beberapa tulisan yang pernah saya buat cukup sesuai dengan tema yang diangkat. Hambatan tersebut tidak membuat saya terhenti untuk mengikuti kompetisi ini. Terlintas pemikiran, bagaimana kalau tulisan tuliasan lama ini menjadi sumber inspirasi menulis. Dan akhirnya tepat setelah makan siang saya putuskan untuk segera menulis.

Sedikit mereview, membaca kembali tulisan tulisan saya secara singkat membuat saya sedikit terkejut. Ah, saya juga tidak menyangka telah mampu membuat tulisan - tulisan seperti ini:
1. Sebuah Hal yang Luar Biasa (kesulitan yang kita hadapi bukanlah sebuah batu besar yang akan menjatuhkan kita, namun di dalam batu besar itulah terdapat harta karun yang sangat berharga, yang siapapun tidak bisa menyangka apa isinya)
2. Perubahan itu perlu (jangan pernah ngerasa perubahan bakal bikin kalian gak jadi diri sendiri lagi, tapi justru itulah yang membentuk jati diri kalian)
3. Biasakan diri dengan hal PRODUKTIF... (sikap produktif sekecil apapun itu bentuknya, bisa memicu hal hal produktif lainnya yang lebih besar)
4. Inspiration.... (TIDAK AKAN ADA HARI ESOK JIKA TIDAK MELAKUKAN SESUATU HARI INI)
5. Alone.... (Orang Hebat adalah orang yang mampu menjadi lebih baik dibanding orang orang di sekitarnya, sekaligus bisa membuat orang lain (disekitarnya) lebih baik dari dirinya sendiri)
6. Sekeping Puzzle Kehidupan (Introspeksi diri...!!!)
7. Pikiran, Kata-Kata dan Tindakan (JANGAN PERNAH BERHENTI BERFIKIR...!!! karena itu yang membedakan kita [MANUSIA] dengan BINATANG...)
8. Ayam Sekarat di Lumbung Padi yang Terkunci (sebarkan pengalaman kalian, agar orang lain menjadi tersadar, dan mau untuk berbuat yang serupa)

Hal yang mengejutkan terjadi lagi... Sungguh saya tidak menyangka ternyata inti dari 8 post diatas bisa membentuk sebuah rangkaian kalimat yang menyatu, yang saling menyambung satu dengan lainnya.
"Dimulai dengan menepis rintangan yang menghalangi dengan motivasi dalam diri, sehingga mampu untuk merubah diri menjadi lebih baik dengan membiasakan hal hal produktif. Mengkreasikan inspirasi menjadi sebuah motivasi diri agar mampu menjadi orang hebat yang selalu meng-Introspeksi diri sendiri, dan tak henti hentinya berfikir untuk lebih mengembangkan dirinya serta menularkan apa yang sudah didapatkannya ke orang lain"

Banyak orang yang mampu mengambil sebuah hikmah dari pengalaman yang dialaminya, namun masih sedikit yang mampu merangkum hikmah - hikmah itu menjadi sebuah inspirasi dan motivasi terbesar yang mampu menggerakan hati seseorang agar langkah langkahnya semakin mantap untuk menggapai tujuan dan cita cita yang dia impikan

Kamis, 16 September 2010

Ayam Sekarat di Lumbung Padi yang Terkunci

Peribahasa yang cukup aneh ya... hehe... biarlah...
biarlah anjing menggonggong, kafilah berlalu,.,. ayam berkokok pemalas tetap tidur... [^_^]

what the maksud dari judul di atas?... hayo hayo... siapa bisa nebak... ayo... dapet permen nih...

hehe... oke, sekarang dijelasin ya... semuanya duduk manis.. siap2 denger penjelasan. Sip... mulai...

Bagaimana mungkin seekor ayam bisa sekarat disebuah lumbung padi... padahal kan disitu makanan banyak... apa karena terkunci di dalam, trus g bisa napas?... enggak... lumbung mana yang g ada saluran udaranya, atau....

Hehe... ya seperti inilah kebayakan kita, termasuk saya sendiri... ketika kita sudah puas dengan apa yang ada, kita menutup itu, menutup lumbung kita, menguncinya, sehingga tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya selain kita. Lalu kenapa bisa sekarat?, ya... karena, persediaan di dalam sudah habis.. dan karena terkunci di dalam, bagaimana bisa mengambil persediaan baru?

Oke... cukup analoginya... back to reality...
Terkadang kita tidak menyadari bahwa apa yang ada disekitar kita itu bermanfaat bagi kita, kita mengacuhkannya hanya karena kita tidak interest dengan itu, atau bahasa gampangnya, males dengan begituan. Salah satu contoh, Baru... baru saja, saya berkeliling, menjelajah blog blog tetangga... blog2 teman2 saya.. dan ternyata... ya... banyak hal yang bisa saya dapat dari mereka, ada yang sukses dengan entrepreneur-nya, ada yang semangat berdakwah, ada yang sharing2 kegiatan sehari2nya, bahkan ada yang cuma sekedar curhat. But... semua itu ternyata tak sia sia... sedikit, namun berarti... Hm... tersadar akhirnya ternyata orang orang di sekitar saya sungguh luar biasa. Ternyata selama ini saya masih tidak membuka kedua mata saya selebar-lebarnya ketika melihat mereka... dan ah... ya... cukup terkena tamparan keras begitu melihat mereka punya begitu banyak pengalaman yang bisa dibagi... sedangkan saya... hm... gini2 aja... g berubah... masih terkunci di dalam lumbung.... yang sudah mulai habis padinya.....

Oke... mari... ayo... kita sama sama keluar... buka kunci itu, dobrak pintu itu, lepaskan diri kita... biarkan dirimu terbang bebas [biarpun katanya ayam g bisa terbang... tapi.....], jangan biarkan segala kenyamanan, keterbatasan itu menjadi tembok besar penghalang bagimu untuk bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi... berikan banyak asupan gizi [baik fisik, pikiran, maupun rohani] untuk dirimu, sehingga siap untuk menjadi orang yang luar biasa, yang berbeda dari yang lainnya... Lalu... sebarkan... sebarkan pengalaman kalian, agar orang lain menjadi tersadar, dan mau untuk berbuat yang serupa [tapi jangan sombong... seimbangkan input dan output... kalau tidak, sama saja dengan kembali ke lumbung dan mengunci diri...]

Sekian....(n_n)

Kamis, 03 Juni 2010

Pikiran, Kata-Kata dan Tindakan

Hm... Kebanyakan dari kita yang sering sekali mengikuti training-training, terutama training motivasi, pasti tak asing dengan kalimat ini ataupun yang sejenis,

"Apa yang kita pikirkan, akan menentukan apa yang kita katakan, dan apa yang kita katakan akan menentukan apa yang kita lakukan"

atau kalimat yang ini,

"Kata kata orang lain terhadap kita, sedikit banyak akan menentukan bagaimana pemikiran kita, kemudian dari hasil pemikiran kita, menyebabkan apa tindakan yang kita lakukan"

mungkin yang ini juga

"Tindakan dan perkataan orang lain terhadap kita, sedikit banyak akan membentuk cara berfikir kita, yang kemudian menentukan perkataan dan tindakan yang kita ambil"


Ya, antara tiga hal itu selalu saling dikaitkan, dihubungkan, digimana-gimanain lah, supaya menghasilkan sebuah kalimat yang bisa setidaknya menyadarkan lawan bicara, tapi pernahkah kalian berfikir lagi....

Coba kita lihat lebih dalam...
1. Seberapa besar pengaruh orang lain terhadap kita? [entah dia keluarga, teman, guru/dosen, trainer, atau yang lainnya]
2. Seberapa besar kata kata orang lain mempengaruhi tindakan kita?
3. Seberapa besar buah pemikiran orang lain membuat kita berfikir juga?
4. Seberapa besar tindakan orang lain membuat kita berfikir?
5. Seberapa besar pengaruh kita terhadap orang lain?

Well... disini saya tidak mau memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang mungkin muncul kalo kalian membaca postingan ini, yang jelas yang saya harap adalah ketika kalian membaca ini kita bersama bisa berfikir... berfikir atas apa yang pernah terjadi pada kita, apa yang pernah kita alami, apa yang terjadi pada orang lain, apapun pokoknya berfikir... berfikir... berfikir..... JANGAN PERNAH BERHENTI BERFIKIR...!!! karena itu yang membedakan kita [MANUSIA] dengan BINATANG...

Terkadang kita perlu berfikir guna menyaring informasi yang datang kepada kita, supaya kita tidak menelan mentah mentah semua informasi. Cukup ambil intisari, ambil yang perlu untuk kita, sisihkan yang lain... INGAT... Sisihkan, bukan buang.... karena bisa jadi informasi itu bisa saja kita perlukan nanti... [ya kalo terpaksanya di buang... jangan salahkan diri anda jika nantinya anda menyesal, dan harus bersusah payah mencari lagi]. Lalu olah lagi informasi itu dan jadikan sebagai bahan untuk anda berfikir... berfikir... dan terus berfikir..... Jika tidak puas, cari orang lain, gali informasi darinya, kemudian olah lagi informasi itu...

*Yap... Itulah sedikit PEMIKIRAN saya, yang sempat saya rubah menjadi KATA-KATA, dan saya posting di sini sebagai wujud TINDAKAN...^^

Kamis, 28 Januari 2010

Aksi dan Demonstrasi

Bukannya membalas seseorang yang sudah mengisi blognya duluan dan bukannya juga mengingatkan seseorang untuk segera mengisi kembali blognya, tapi karena pikiran pikiran di kepala sudah ingin dituliskan, sudah ingin untuk diabadikan, agar tidak terlupakan di kemudian hari.

Hari ini, mungkin sudah kesekian kalinya gw ikut aksi, tapi entah kenapa hari ini berbeda, apa mungkin hari sebelumnya, sempet ikut briefing teknis lapangan yang biasanya gak gw ikutin, atau memang ada sesuatu hal yang lain yang membuat gw merasa berbeda. Jujur emang waktu briefing TekLap kemaren gw baru tersadar (selama ini sih cuma tau doang, belum sadar) kalo selama ini aksi demonstrasi, bukan satu satunya jalan untuk "menyampaikan" tuntutan, bisa dengan tulisan, perbuatan, dan segala macamnya.

Nah pun juga dengan sebisa mungkin apa yang kita tuntut itu terus kita perjuangkan, gak cuma pas demo doang kita ngomong tolak ini, tolak itu, harus gini, harus gitu, ini salah, itu salah, ini benar, itu benar, tapi setelah kita demo, kita harus tetap menyuarakan itu, minimal dalam hati kita supaya pertama, ada rasa tanggung jawab dalam diri kita karena kita sudah mengucapkan "TUNTUTAN" itu, kedua supaya kita jadi mau untuk bergerak, mau untuk bertindak demi terwujudnya "TUNTUTAN" itu, dan ketiga, supaya orang orang di sekitar kita yang tidak sempat ikut demo maupun tidak tahu sama sekali, menjadi tahu dan "tertular" dengan kita agar bisa bersama sama memperjuangkan "TUNTUTAN" itu.

Misalnya aja, kita demo masalah korupsi yang ada di pemerintahan supaya diusut tuntas dan bangsa ini dibebaskan dari para koruptor koruptor, pokoknya menentang abis yang namanya KORUPSI, mati matian kita menyuarakannya saat demo, tapi setelah itu, dalam kehidupan sehari hari, masih aja kita melakukan korupsi kecil2an, nyontek lah, titip absen lah, bolos lah, nilep lah, pokoknya macem macem. Kalo sampe kaya gitu, udah mending lu MATI AJA...!!! Konsisten bro, Integritas dijaga...!!! Harusnya minimal setelah demo kita tidak akan pernah sekalipun melakukan bahkan mencoba untuk melakukan tindakan2 korupsi yang kita tentang itu. Minimal diri sendiri dulu deh. Nah kalo udah bisa menjaga, baru dah tularin pemikiran2mu yang amat benci sama korupsi itu ke temen2 di sekitarmu, buat mereka mengerti dan sepaham dengan dirimu, tapi kalo dari mereka masih ada yang bandel juga ya... EGP... itu sih DESI, Derita Situ... (atau DEDI, Derita Dia...?), nah langkah selanjutnya adalah memberantas korupsi korupsi tingkat kecli, misalnya lu tau temenlu nyontek atau titip absen, langsung aja laporin ke dosen, atau gimana kek caranya, pokoknya orang lain (yang bertanggung jawab akan hal ini) tau lah, atau malah kalo mau lebih ekstrim, tanda tangan temen lu yang Titip Absen itu lu coret aja biar pas di rekap absen dia tetep diitung gak masuk. GAMPANG TOOH...!?!

Nah di atas ini cuma contoh doang, masih banyak

Sabtu, 19 Desember 2009

KPU.....!!! (mungkin lebih tepat di sebut diary 4)

Well.. akhirnya hari hari gw jadi KPU di pemilu teknik nyampe di penghujung juga...
Segala kerjaan udah tinggal finishing. Perhitungan udah kelar, masalah software-software udah gak jadi pikiran lagi, GW UDAH BALIK LAGI KE RUTINITAS...


Ni gw mau sedikit sharing-sharing tentang gimana gw selama jadi KPU, terutama kadiv Verifikasi.
OK gw ceritain 3 hari selama pemilihan aja...

Bagi gw 3 hari itu benar2 nguras diri gw gw. Mulai dari fisik gw yang bener bener di genjot gak boleh lelah sebentar pun, sampe mental gw yg harus selalu siap dengan segala intervensi dari berbagai pihak. Untung aja yg ini gak terlalu sering ada. Hari pertama bagi gw hari terberat, bukan hanya itu hari PERTAMA kali gw jadi penyelenggara pemilu yg sebenarnya, itu jg hari paling sibuk gw di kuliah karena gw harus praktikum. Di sini gw bener2 abis... fisik gw serasa udah g kuat lagi ngapa2in setelah di rumah. Gw rasa segala kerjaan yg gw lakuin hari itu udah ngehabisin >90% dari stamina gw. Hari ke 2 udah lumayan, kuliah gw cuma 2 SKS dan itu di jam 11-13 yg g terlalu sering ada "masalah". Gw ngerasa hari ini lebih "enteng" dibanding kemaren, but setelah sore gw baru nyadar kalo "masalah" yang muncul di hari ini ternyata lebih berat dibanding kemaren. Gw, pari (ketua KPU) ama anak buah gw (anak2 verifikasi) pusing gimana cara nyelesaiin masalah ini. Oke masalah ini jd PR di rumah, dan karena di rumah gw jg g bisa ngapa2 karena stamina gw udah abis... gw selesaiin seadanya dan gw ahirnya "Tepar...". Hari 3.. The last day. Untung aja gw gak kuliah hari ini. Jadi gw bisa TOTAL di kerjaan gw. Gw mondar-mandir TPS bwt selalu ngecek ada masalah enggak di TPS (biarpun yg tugas kelilang-keliling si ketua KPU (parto = pari), tapi gw ngerasa bertanggung jawab jg akan masalah yg terjadi di tiap TPS (belajar dari hari kemaren). Sampe2 ketika si ketua lg Off gara2 musti kuliah, gw berinisiatif bwt ambil HT dia dan keliling ngecekin... (g tw dah ini kesalahan apa bukan), yg pasti begitu si ketua udah kelar kuliahnya, gw langsung nyerahin lg HT-nya dan ngelapor apa aj yg gw temuin. Terus malemnya diadain perhitungan suara, dan di sana gw musti siap dengan segala "serangan" yg diarahin ke KPU, secara di sini gw yg dituntut untuk bisa menjelaskan sejelas jelasnya apa apa aja yg udah terjadi selama 3 hari kemaren (ya iya lah... verifikasi....^^). Perhitungan yang melelahkan dan bikin ngantuk ini berakhir jam 4 an dan acara perhitungan selesai kira2 jam 5 an, belum lagi musti beberesan. Jadinya kita baru bisa balik jam 6. Asal tau aja tiap hari kita harus dateng ke kampus buat siap siap jam setengah 6. Jadi hari ke 3 ini gw praktis 24 JAM kerja... buset....!!!

Sumpah, gw bener2 ngerasa hari hari selama menjadi KPU bener bener berarti bagi gw. Mulai dari saat gw diajakin jd KPU, ikut rapat, nyiap-nyiapin, bikin software, dll lah... gw bener2 ngerasa ini salah satu harta (pengalaman) gw yang paling berharga. Gw akan nyimpan ini bersama sama dengan segala kenangan-kenangan gw, dan gw pastiin ini akan selalu teringat oleh diri gw selamanya.

Gimana enggak, diri gw bener bener ter-UPGRADE dengan jadi KPU, mulai dari menejemen waktu gw yg jadi lebih baik, trus gw mulai bisa bekerja pararel (ngerjain beberapa tugas dalam satu waktu), Public speaking gw jd lebih baik, trus kemampuan berkoordinasi dengan orang lain gw juga jadi membaik, banyak lah pokoknya dari segala Softskill sampe Hardskill (gw mpe bela belain bwt belajar VB 6 ma 2008 untuk buat software, tp akhirnya g jd T.T) gw terupgrade [Alhamdullillah...] thx 4 KPU.

Gw juga mau ngucapin beribu-ribu terimakasih bwt semua anggota KPU. Pari sang ketua, Alin sang sekretaris, Nadya & Niken sang bendahara, Indra-Irsan-Ade sebagai tim (Divisi) Acara, Mas Yodhi-Afif-Dadan sebagai tim (Divisi) Kampanye, Hansen-Jati-Dodi(yg akhirnya di ganti Taufik, makasih jg fik...) sebagai tim verifikasi [anak buah gw ^^ thx bro...] Tanpa kalian gw gak bakalan bisa melalui hari hari gw sebagai KPU dengan begitu berwarna... sampe2 memaksa melupakannya aja gak bisa.... Pokoknya rasa terimakasih gw jauh lebih banyak daripada jumlah suara anak 2 teknik di pemilu ini (^^ hehehe....). Trus jg buat semua Panitia pemilu. Hatta dengan tim kepanitiiannya, Reza dengan tim publikasinya, Beldi dengan tim perkapnya, Cinthya dengan tim konsumsinya, gw jg ucapin terimakasih dan salute atas hasil dari kerja keras kita bersama....

Now... gw udah balik lagi ke rutinitas gw sebagai anak BEM, mungkin mereka ber 13 jg udah balik lagi ke rutinitas mereka. Tp gw yakin mereka jg gak bakal bisa ngelupain hal ini.... gak bakal bisa ngelupain saat dimana kita harus kerja bareng, pusing bareng, ketawa bareng, ngobrol2 gak jelas (misuh2...)... ya.... that's one of my "Precious Time".....

Kamis, 10 Desember 2009

UDAH KETEMU...!!! (mungkin lebih tepat di sebut diary 3)

Yeah... setelah terlalu lama tenggelam di kesuraman yang menyiksa... akhirnya secercah cahaya masuk dan menerangi jalan keluar dari jurang kesuraman itu...

Alhamdulillah, flashdisk gw ahirnya ketemu juga. Dan yg bikin gw seneng adalah ternyata tu flashdisk diamankan oleh orang yang tepat... yaitu KETUM... Untung aja gak sempet di bawa sama orang yang gak bertanggung jawab. Untung aja "dia" si orang yang sempat memegang flashdiskku (liat postingan diary 2) adalah dia... Untung saja... bersyukur banget gw..

Well jika kalian liat lagi postingan "Sebuah Hal yang Luar Biasa", ini bisa di bilang salah satu dari kejadian yg sempet gw bilang di postingan itu... dan hasilnya.... ya seperti yg gw tulis di sana. Dengan gw lakuin itu, ternyata gw emang mendapat sebuah harta karun... yang gak mungkin gw dapetin klu gw gak ngalamin hal ini...

Ini cuma salah satu pembuktian aja buat kalian yang masih gak percaya dengan apa yg gw tulis di postingan "Sebuah Hal yang Luar Biasa", dan masih banyak bukti bukti lain yang bisa kalian temukan...

^^

Rabu, 09 Desember 2009

"FlashDisk Gw Ilang!" (mungkin lebih tepat di sebut diary 2)

Untuk kedua kalinya gw memposting hal yg gw rasa gak penting tapi g tw hrs kemana lg gw omongin ini...

Rabu 09 oktober 2009 tepatnya pukul 07 pagi lewat beberapa menit, gw baru balik dari kampus karena gw nginep semalem. Gw baru nyadar kalo ada 1 barang gw yg ketinggalan yaitu flashdisk gw.
NetAC U 218 8 Gb with write lock, berisikan data data sebesar 7 giga~an yang diantaranya ada data kuliah (tugas, laporan, dsb) dan data organisasi...

Gw sadar pas udah nyampe rumah, tapi karena gw ngantuk banget, akhirnya gw putusin untuk tidur dulu, dan sebelumnya gw udah sms temen gw bwt ngamanin benda paling berharga no (sekian) gw itu. Gw baru berangkat lagi dari rumah jam 10 kurang soalnya gw musti bareng ma kk gw, padahal gw kuliah jam 11.

Abis nganter kk gw, gw putusin bwt ngurus motor dulu. Abis gw taro bengkel, gw langsung naek transJogja bwt ke kampus. Dan di sini akibat dari kesalahan gw pertama kali keliatan. Gw naek trans itu jam 10:53, 7 menit sebelum kuliah di mulai. Dan gw turun di Kopma itu jam 11:10 dengan keadaan gak ada yg bisa jemput gw. Alhasil gw musti jalan dari kopma ke kampus. Sesampainya di kampus, gw langsung masuk kelas, gak sempet lagi nanya2 ma temen gw soalnya udah jam 11:25. Sekeluarnya dari kelas, gw langsung menuju ke "TKP" bwt nanyain flashdisk, dan alhasil cuma kabar "aku tadi liat", atau "gak tau" aja yg gw denger dari mulut temen2 gw disana. Tanpa ada kabar yang jelas dimana keberadaan flashdisk gw itu. Kabar terbaik yg gw terima cuma ternyata flashdisk gw sempet di pegang sama seseorang, tapi lagi lagi semuanya g tau siapa yg megang itu.

Sampe skarang juga gw masih belum bisa nemuin benda berharga itu. Benda yang bisa di bilang memuat >50% dari memori gw. Serasa 1/2 dari diri gw ada di flashdisk itu. Dan gw gak nyangka gw bakal keilangan itu. Jujur gw syok banget, muka gw udah gak karuan, gw g bisa mikir banyak. Gak kebayang apa yang bakal terjadi kedepannya kalo sampe malem ini gw gak bisa nemuin tu flashdisk...

Bukan apa2, masalahnya tanggung jawab terbesar gw di kuliah maupun di organisasi itu ada di dalem falshdisk itu. kalo ilang, ya udah, gw gak bisa ngapa2in lagi.... 90% kerjaan gw di tanggungjawab itu berhenti... padahal deadlinenya udah < 1minggu. 3 hari malah...

Gw cuma gak bisa terima aja, bisa bisanya temen2 gw tu acuh sama kejadian ini. Kayaknya gak ada yang mau bantuin gw buat nyariin itu. Semuanya gak peduli, ngerasa bukan urusan mereka. Padahal mereka itu yg gw "percaya" "lebih tahu" kondisi flashdisk gw selama gw di rumah (terutama temen yg gw SMS, ternyata dia gak baca SMS gw, padahal sms itu DELIVERED).

Nyesek emang rasanya. Gw serasa dikhianatin sama temen gw. Oke mungkin gw juga pernah bersikap kaya gini sama temen2 gw, tapi kan gak semuanya, tapi kan gak setiap waktu. apa mungkin skarang aja gw lagi kena musibah di waktu yang benar2 gak tepat??? gw gak tau gw harus nyari siapa orang yg sempet megang itu, gw harus tanya ke syapa, cari di mana, gw udah bingung...

Skarang gw cuma bisa sabar, sambil terus nyari di "TKP". Mudah2an aja gak dibawa dan diletakkan di suatu tempat. Atau si orang itu cukup bertanggungjawab dan segera memberitahu gw kalo tu flash ada ma dia..

Cuma itu yg gw bisa lakuin skarang.............

Sebuah Hal yang Luar Biasa

Beberapa orang mengeluh, menyesal, memarahi diri sendiri, bahkan sampai ingin bunuh diri, akan segala rintangan dan halangan yang dia hadapi selama menjalani aktivitas sehari hari. Namun, tidakkah mereka tahu bahwa ketika dia berada di dalam kondisi itu, kondisi yang mereka anggap kondisi terburuk dalam sejarah hidup mereka, ternyata mereka sedang akan mendapatkan sebuah harta karun yang tak ternilai harganya. Sedang AKAN... ingat...!!! Mungkin kalian yang membaca tidak banyak yang percaya dengan statement di atas, atau malah jadi bingung karena tidak pernah menyangka akan hal ini, but itulah yang akan terjadi.

Sadarkah kalian betapa adilnya TUHAN itu, yang sampai sampai harus memberikan kepada kita sesuatu yang kita lihat dari sisi kita itu sangat amat tidak kita inginkan sebelum Dia memberikan apa yang benar benar kita butuhkan/inginkan. Sadarkah kalian betapa seimbangnya dunia ini yang sampai sampai ketika seorang anak manusia melakukan "sesuatu" hal di muka bumi ini, pastilah ada "hal" yang diberikan kembali kepadanya.

Bukankah masing masing dari kita sangat amat mengharapkan keadilan. Tidak harus "Adil" dalam makna yang tinggi (menempatkan sesuatu tepat pada tempatnya, sesuai dengan ... bla bla bla), adil dalam makna yang paling dasar saja, pastilah kita mengharapkan itu. Lalu jika memang begitu lalu kenapa kalian masih MENYESALI dan KECEWA bahkan sampai MARAH dan KESAL akan apa apa yang terjadi pada kehidupan kalian, akan apa apa yang sudah diberikan kepada kalian???

Bangkitlah kawan, tegakkan kembali badanmu, kumpulkan kembali semangatmu yang sudah berhamburan, bangun lagi kekuatan dalam dirimu sehingga kamu siap untuk menghadapi apapun yang akan "mengganggu" dirimu nantinya, bekali lagi dirimu dengan perbekalan terbaik yang bisa kamu siapkan dan dapatkan dari orang orang di sekitarmu, yakinkan pada dirimu bahwa kamu bisa menghadapi segala rintangan rintangan yang menghalangi didepanmu, dan berjanjilah pada dirimu sendiri:
"Saya akan terus menjaga semangat ini!".
"Saya akan terus menghadapi rintangan yang mengganggu!!".
"Saya tidak akan pernah sekalipun menyesal dan kecewa bahkan sampai marah dan kesal jikalau kesulitan yang saya hadapi sudah membuat saya berada pada kondisi terburuk dalam hidup saya!!!"

Percayalah kawan, kesulitan yang kita hadapi bukanlah sebuah batu besar yang akan menjatuhkan kita, namun di dalam batu besar itulah terdapat harta karun yang sangat berharga, yang siapapun tidak bisa menyangka apa isinya. Hanya orang orang terpilih seperti anda yang bisa memilikinya...

Jadi... jangan menindihkan batu itu diatas diri anda dan membuat anda tergencet, tapi HANCURKAN... HANCURKAN BATU ITU...!!!